Posts

Fatwa Rinduku

Arah angin tak biasanya menemuku Sesepoi lambaian rumput kala itu Sehalus terpaan angin mendayu-dayu Merasuk memenuhi ruang batinku Perlahan, lembut namun tegas Serasa tertindis terpaan batu Kala rasa itu menghunusku Menghujam jantungku Tetap diam menyimpan sesak Meneguk hitam pada pekatnya Membiarkan rintik pada hujannya Menjaga rindu pada ruangnya Fatwa rinduku tak lagi bersenandung Ia menunggu tempatnya berlabuh Walau sajak kini tak lagi indah, dan Syair tak lagi berirama Tetap kusimpan rinduku (Request teman, 13 Oktober 2017)

Cinta Dunia-Akhirat

Jika keindahan adalah kau, Maka jagalah indahnya dalam balutan halalNya Jika cinta adalah sesuci hati seputih kasih, Maka jagalah ia hingga menemu CintaNya Langkah tegasmu menemui ayah ibu Adalah bukti kau mencintaiku Khitbahmu kepadaku Adalah keseriusanmu memilikiku Hingga janji yang disebut akad Adalah ikatan suci yang kau lantunkan Menjadi bukti dan kesiapanmu menjadi imamku Bimbinglah aku menjadi wanita shalehamu ajari aku menjadi teman hidupmu Kelak dalam suka dan duka tuntun aku dalam menjaga iman dan akhlak Hingga kelak aku menjadi bidadari dunia dan Surga.....

Cinta tak Lagi Bersajak

Sebab cinta tak lagi bersajak Maka ia menjadi nyata Sebab kasih tak lagi menari Maka ia menjadi kekasih Ada kisah yang mendayu-dayu Ada pula dengan penuh pergolakan hati Disini, masih diruang ini Semua kenangan menerpaku Menanyaiku seputar hujan pagi tadi Tak lagi kuhangatkan dengan panasnya kopiku Telah lama tak kusesapi aroma pahit itu Terakhir ketika pertemuan gelas kita Ada yang salah denganku, Dengan rasaku yang masih tersisa diantara hujan, rindu, dan kenanganku tentangmu Waktuku tak lama lagi tuk menyelesaikan bab kisah ini, bab tentang hujan, tentang aku dan sajak rinduku