Fatwa Rinduku
Arah angin tak biasanya menemuku Sesepoi lambaian rumput kala itu Sehalus terpaan angin mendayu-dayu Merasuk memenuhi ruang batinku Perlahan, lembut namun tegas Serasa tertindis terpaan batu Kala rasa itu menghunusku Menghujam jantungku Tetap diam menyimpan sesak Meneguk hitam pada pekatnya Membiarkan rintik pada hujannya Menjaga rindu pada ruangnya Fatwa rinduku tak lagi bersenandung Ia menunggu tempatnya berlabuh Walau sajak kini tak lagi indah, dan Syair tak lagi berirama Tetap kusimpan rinduku (Request teman, 13 Oktober 2017)